Misi Dagang Jatim dan Papua Barat Daya

Lewat Misi Dagang, Jatim Expo Bidik Pasar Industri Kreatif Papua Barat Daya

Sorong, Papua Barat Daya — Misi Dagang dan Investasi 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kota Sorong, Papua Barat Daya, menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif di kawasan timur Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (19/6/2025) ini mencatatkan nilai transaksi perdagangan sebesar Rp506,1 miliar, terdiri dari Jatim Jual Rp307 miliar dan Jatim Beli Rp199 miliar.

Salah satu langkah konkret dalam pengembangan sektor kreatif ditunjukkan oleh PT Gedung Expo Wira Jatim (GEWJ) atau Jatim Expo—anak perusahaan dari PT Panca Wira Usaha Jawa Timur (PWU Jatim). Dalam kesempatan tersebut, Jatim Expo menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan NWP Production, event organizer lokal terkemuka di Sorong. Kerja sama ini menjadi awal dari penetrasi pasar Jatim Expo di sektor industri kreatif dan event di Papua Barat Daya.

Direktur Utama GEWJ menyampaikan bahwa penandatanganan ini merupakan bagian dari strategi perluasan pasar dan dukungan terhadap pengembangan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di luar Jawa. “Kami melihat potensi besar di Papua Barat Daya, khususnya di bidang event dan kreativitas. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan kualitas layanan MICE yang profesional dan berdampak ekonomi langsung bagi daerah,” ujarnya.

Jatim Expo, yang berdiri sejak tahun 2007, selama ini dikenal sebagai pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan konvensi, pameran, dan penyewaan ruang serbaguna di Jawa Timur. Kini, dengan semangat kolaborasi, perusahaan mulai memperluas jangkauannya ke wilayah timur Indonesia guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat jaringan industri kreatif nasional.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun konektivitas ekonomi lintas wilayah sebagai bagian dari visi “Jatim Gerbang Baru Nusantara.” Menurutnya, kerja sama antara pelaku usaha dari kedua daerah ini adalah bentuk sinergi yang menciptakan nilai tambah dan pertumbuhan bersama.

“Ini bukan sekadar kegiatan dagang, tapi juga langkah untuk membangun jembatan industri antara Jawa Timur dan Papua Barat Daya,” tegas Emil.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyambut baik kehadiran rombongan Pemprov Jatim dan menyatakan bahwa kolaborasi lintas daerah seperti ini sangat dibutuhkan dalam mempercepat pembangunan wilayah timur. “Kami berharap kerja sama ini dapat terus dikembangkan dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain penandatanganan MoU, misi dagang juga diisi dengan transaksi berbagai komoditas unggulan seperti telur ayam, beras, minyak curah, kopi, gula, olahan mocaf, daging beku, fashion, jasa pelatihan, hingga karkas ayam. Dari sisi Papua Barat Daya, produk unggulan yang diminati antara lain ikan beku, udang, bunga pala, arang kayu, dan kayu bulat jenis merbabu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, menyatakan bahwa misi ini merupakan kegiatan keempat di tahun 2025 dan yang ke-39 selama masa kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak. Ia berharap misi dagang ini menjadi sarana memperkuat jejaring usaha dan membuka peluang investasi dua arah.

Misi dagang turut diramaikan oleh pertunjukan budaya dari Kediri dan penandatanganan kerja sama oleh perangkat daerah, BUMD, dan asosiasi. Acara ditutup secara simbolis melalui pemukulan alat musik Tifa dan pertukaran cendera mata sebagai lambang persahabatan antarprovinsi.

Melalui langkah ini, Jatim Expo menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif berbasis kolaborasi daerah, sekaligus memperluas kiprah bisnis di wilayah strategis Indonesia Timur. (*/win)